Tampilkan postingan dengan label A.A. Navis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A.A. Navis. Tampilkan semua postingan
Download Kumpulan Novel PDF Karya A.A. Navis

Download Kumpulan Novel PDF Karya A.A. Navis



Menurut laman Wikipedia 

Haji Ali Akbar Navis (lahir di Kampung Jawa, Padangpanjang, Sumatra's Westkust, 17 November 1924 – meninggal di Padang, Sumatera Barat, 22 Maret 2003 pada umur 78 tahun) adalah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama A.A. Navis. Ia menjadikan menulis sebagai alat dalam kehidupannya. Karyanya yang terkenal adalah cerita pendek Robohnya Surau Kami. Navis 'Sang Pencemooh' adalah sosok yang ceplas-ceplos, apa adanya. Kritik-kritik sosialnya mengalir apa adanya untuk membangunkan kesadaran setiap pribadi, agar hidup lebih bermakna. Ia selalu mengatakan yang hitam itu hitam dan yang putih itu putih. Ia amat gelisah melihat negeri ini digerogoti para koruptor. Pada suatu kesempatan ia mengatakan kendati menulis adalah alat utamanya dalam kehidupan, tetapi jika dikasih memilih, ia akan pilih jadi penguasa untuk menangkapi para koruptor. Walaupun ia tahu resikonya, mungkin dalam tiga bulan, ia justru akan duluan ditembak mati oleh para koruptor itu.



Download Gratis Ebook PDF Robohnya Surau Kami - A.A. Navis

Download Gratis Ebook PDF Robohnya Surau Kami - A.A. Navis



Sinopsis

Cerpen “Robohnya Surau Kami” ini bercerita tentang seorang kakek yang hidupnya dihabiskan sebagai seorang penjaga surau (Garin). Namun, karena suatu peristiwa, kakek penjaga surau itu meninggal bunuh diri dengan sangat mengenaskan. Penyebab tertekannya kondisi psikologis dari kakek penjaga surau itu sehingga nekat bunuh diri hanyalah sebuah cerita dari Ajo Sidi yang sedikit banyak sangat menyentuh kakek tersebut.

Pada awalnya, surau yang dijaga oleh kakek adalah sebuah surau yang sangat teduh dan nyaman untuk bersembahyang. Keadaan begitu terbalik saat kakek penjaga surau itu telah meninggal dunia. Surau tersebut menjadi sebuah surau tua yang tidak lagi terawat dan sangat usang. Surau itu berubah menjadi tempat bermain anak-anak, dan yang lebih parah, bilik serta lantai kayu surau itu dijadikan sebagai persediaan kayu bakar bagi penduduk sekitar. Hal tidak mengenakkan ini berawal dari cerita Ajo Sidi tentang seorang yang di dunia taat beragama, yaitu Haji Saleh.

Dalam cerita Ajo Sidi, Haji Saleh adalah seorang yang taat menjalankan agama. Pada saat meninggal dunia, Haji Saleh serta orang-orang lainnya sedang menunggu giliran di akhirat untuk menerima penghakiman Tuhan untuk dimasukkan ke neraka atau ke surga. Saat gilirannya tiba, Haji Saleh tanpa rasa takut menjawab pertanyaan Tuhan tentang apa saja yang dilakukannya di dunia pada masa hidupnya. Haji Saleh dengan percaya diri berkata bahwa pada saat ia hidup di dunia, yang dilakukannya adalah memuji dan menyembah Tuhan, serta menjalankan ajaran agama dengan taat. Namun, Tuhan tidak memasukkan Haji Saleh ke surga, melainkan ke neraka. Di neraka, Haji Saleh bertemu juga dengan teman-temannya di dunia yang ibadahnya juga tidak kurang dari dirinya, bahkan ada juga orang yang sampai bergelar syekh. Akhirnya, karena tidak terima dengan keputusan Tuhan, orang-orang di neraka yang menganggap dirinya tidak pantas dimasukkan ke neraka itu melakukan aksi unjuk rasa kepada Tuhan. Haji Saleh yang menjadi pemimpin dan pembicara bagi mereka. Sekali lagi, Tuhan menanyakan kepada mereka apa yang telah mereka lakukan di dunia. Mereka menjawab bahwa mereka semua adalah warga negara Indonesia yang taat beragama dan negaranya sangat kaya akan sumber daya alam, namun hasilnya sering di ambil oleh pihak asing. Lalu Tuhan menjawab kepada mereka, bahwa mereka semua hanya mementingkan diri mereka sendiri, karena selama hidup mereka hanya berdoa dan menyembah-Nya, tetapi tidak mempedulikan keadaan sekitar, sehingga banyak kekayaan negara mereka sendiri yang diambil oleh pihak asing, sedangkan anak cucu mereka sendiri hidupnya kekurangan.

Dari cerita Ajo Sidi itu, mungkin kakek penjaga surau itu merasa tersinggung dan terpukul. Karena selama hidupnya, kakek itu hanya menyembah dan memuji Tuhan, sampai-sampai tidak memiliki istri serta anak cucu. Kakek itu kemudian merasa marah dan tertekan lalu akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Download Gratis Ebook PDF Saraswati: Si Gadis Dalam Sunyi - A.A. Navis

Download Gratis Ebook PDF Saraswati: Si Gadis Dalam Sunyi - A.A. Navis

SINOPSIS
Saraswati adala gadis remaja yang sedikit berbeda dengan remaja lainnya. Ia bisu dan tuli. Saat itu, ia kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam kecelakaan. Saraswati menjadi anak sebatang kara. Ia pun harus pinda dari Jakarta ke Padang untuk tinggal bersama Angah dan kedua putranya, Busra dan Bisri.
Awalnya, Saraswati yang merasa nyaman bersama mereka, menjadi sangat kesal kepada mereka. Ia diminta untuk mengurus itik, menggmbala kambing, dan tidur di kamar yang terpisah dengan rumah tengah. Ia merasa tidak dihargai sama sekali. Anak-anak di desa juga sering mengganggunya.

Saraswati merasa dipuncak batas sabarannya. Ia pun melakukan pemberontakan kepada keluarga barunya. Ia berhenti melakukan pekerjaannya, yaitu mencuci, memasak, dan mengurus itik dan kambing. Ia juga mencaci maki -dengan caranya sendiri- menunjukkan perbedaan antara kehidupannya di kota dan di desa sekarang.




Setelah pemberontakan itu, Saraswati tak lagi diminta untuk mengurus itik dan menggembala kambing. Ia belajar menjahit dan menyulam. Bahkan ia juga diajari untuk membaca, menulis, dan berbicara. Busra senantiasa membantunya, berbeda dengan Bisri yang sering kali mengganggu dan menjailinya.

Saraswati kembali akrab dengan keluarganya. Bisri menjadi tentara -karena pada saat itu mulai terjadi perang- dan jarang berada di rumah. Pada saat itu, Saraswati dan Bisri mulai menjalin cinta. Ia selalu merindukannya. Suatu ketika, tentara musuh menyerbu rumah mereka. Angah dan Saraswati pergi meninggalkan rumah dan bergabung dengan gerombolan lain mencari tempat yang aman. Busra terpisah dengan mereka pada saat itu.

Saraswati, Angah, dan gerombolannya terus melakukan perjalanan sambil berusaha mempertahankan hidupnya dari serangan musuh. Sayangnya, pada suatu serangan, Angah mati tertembak dengan gerombolan lainnya. Sekali lagi Saraswati menjadi sendiri, ia hanya bisa terus berlari untuk menyelamatkan diri dengah membawa rasa sedih di hatinya.




Saraswati pun akhirnya bisa bertemu dengan gerombolan yang lainnya. Di situ ia bertemu dengan gadis sebayanya bernama Tati. Mereka menjadi sahabat. Sebuah kejutan datang untuk Saraswati, ia bertemu dengan Bisri. Namun, Bisri telah menjadi kekasih Tati. Di saat yang sama, Saraswati kehilangan orang yang dicintainya dan sahabatnya.

Merasa terkhianati, Saraswati pergi meninggalkan mereka dan gerombolannya. Ia pergi sendirian dengan rasa putus asa. Ia merasa sangat tersakiti, ia ingin mati. Di ujung keputusasannya, ia bertemu dengan Busra. Saraswati merasa sangat bahagia, ia kembali menemukan semangat hidupnya. Tak lama kemudian, bala bantuan menemukan mereka dan membawa mereka ke tempat yang aman.

Waktu berlalu. Saraswati menjalani rehabilitasi di Solo, terpisah dengan Busra yang mengembangkan usaha ternaknya di kampung. Sekali ia mendapat kabar dari Busra bahwa Bisri telah lulus kuliah di Jakarta. Mendengar sesuatu tentang Bisri masih menyakitkan hatinya. Semenjak itu, Busra tak pernah lagi menyinggung tentang Bisri kepada Saraswati.

Busra memberikan kabar bahwa usaha ternaknya sudah cukup sukses. Saraswati juga memberikan kabar kepadanya bahwa ia akan pulang ke kampung dan hidup dengannya. Busra memberikan balasan bahwa ia akan datang menjemutnya.

Copyright © ebook pdf. Compilation: Free Ebook